#NontonBolaIngatNexParabola

#NontonBola IngatNexParabola

Sejarah Liverpool F.C serta Raihan Rekor di Liga Inggris

Maret 29, 2024

Sejarah Liverpool F.C serta Raihan Rekor di Liga Inggris

sejarah liverpool

 

Jangan mengaku sebagai penggemar Liverpool kalau kamu belum mengetahui sejarah Liverpool. Klub yang bermarkas di Anfield Road ini memang memiliki sejarah yang sangat panjang. Bahkan, ketika pertama kali didirikan, Liverpool juga memiliki cerita yang cukup menarik karena terlibat konflik dengan klub tetangganya, Everton.

 

Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari secara lengkap sejarah Liverpool dari ketika pertama kali didirikan hingga saat ini. Yuk simak sejarah lengkapnya di bawah ini!

 

Kapan Liverpool FC Berdiri?

Liverpool Football Club (FC) didirikan akibat perselisihan antara komite Everton, klub tetangga Liverpool, dan John Houlding, presiden klub dan pemilik tanah di Anfield. Setelah delapan musim menggunakan Anfield sebagai kandangnya, Everton pindah ke Goodison Park pada tahun 1892. Akibat hal tersebut, Houlding kemudian mendirikan Liverpool F.C. untuk bermain di Anfield.

 

Awalnya, Klub sepak bola asal Merseyside ini diberi nama “Everton FC and Athletic Grounds Ltd” (singkatnya Everton Athletic) oleh Houlding. Namun, Houlding kemudian mengubah namanya menjadi Liverpool F.C. pada Maret 1892 dan memperoleh pengakuan resmi tiga bulan kemudian, setelah The Football Association (asosiasi sepak bola Inggris) menolak untuk mengakui klub tersebut sebagai Everton.

 

Liverpool memulai debutnya dengan memenangkan Lancashire League dan mengamankan tempat di Divisi Kedua Liga Inggris. Pada tahun yang sama, Liverpool memenangkan Divisi Kedua dengan rekor tak terkalahkan dalam 28 pertandingan. Liverpool kemudian dipromosikan ke Divisi Pertama. Awalnya, Liverpool kesulitan di Divisi Pertama, tetapi kemudian berhasil meraih gelar Juara Liga Inggris pertama mereka pada tahun 1901 dan yang kedua pada 1906.

 

Arti Logo Liverpool

Klub Liverpool memiliki gambar burung pada logo ikonik mereka. Tapi, burung apa yang ada dalam logo tersebut?  Burung dalam logo tersebut adalah burung Liver (Liver Bird). Dalam sejarah lokal Liverpool, Liver Bird betina memiliki tugas untuk melihat ke arah laut untuk memastikan semua pelaut bisa pulang dengan selamat. Sementara Liver Bird jantan memiliki peran untuk menjaga kota dan keluarga pelaut.

 

Liverpool Sempat Berada di Divisi Kedua

Klub dengan slogan ‘You’ll Never Walk Alone’ ini dikenal sebagai salah satu raksasa Liga Inggris. Namun, siapa sangka bahwa Liverppol pernah berada di Divisi Kedua Liga Inggris?

 

Setelah berhasil masuk ke Divisi Pertama dan beberapa kali menjuarainya, sayangnya Liverpool sempat kembali turun ke Divisi Kedua, tepatnya pada musim 1953/1954. Saat itu, performa Liverpool memang terus menurun, ditambah lagi board member Liverpool tidak begitu ambisius untuk memenangkan trofi.

 

Don Welsh dan Phil Taylor adalah dua sosok manajer yang saat itu menangani Liverpool pada masa-masa sulit. Don Welsh adalah manajer yang membawa Liverpool turun ke Divisi Kedua, dan Phil Taylor adalah manajer Liverpool yang menjabat selama Liverpool bermain di Divisi Kedua.

 

Divisi Kedua tidak begitu bersahabat dengan Liverpool. Bahkan, Liverpool sempat finis di posisi ke-11 dan mengalami salah satu kekalahan terburuknya, yaitu dari Birmingham City dengan skor 9-1. Pada saat itu, Liverpool terlihat sangat buruk di mata para penggemarnya karena mereka tidak dapat keluar dari Divisi Kedua.

 

Masa Kepemimpinan Bill Shankly dan Bob Paisley

Masa-masa sulit Liverpool di Divisi Kedua pun berakhir berkat datangnya Bill Shankly yang merevolusi sepak bola Liverpool. Saat Shankly pertama kali tiba di Anfield pada Senin, 14 Desember 1959, Liverpool telah berada di Divisi Kedua selama lima tahun, dan dikalahkan oleh tim non-liga Worcester City di Piala FA musim 1958/1959.

 

Bahkan, kala itu Anfield berada di kondisi yang rusak dan terbengkalai karena tidak memiliki sarana untuk menyirami lapangan. Namun, Shankly bersikeras agar klub mau mengeluarkan £3.000 untuk memperbaikinya. Selain itu, tempat latihan Liverpool, Melwood, juga berada dalam kondisi yang sangat buruk, dan Shankly menjelaskannya sebagai “a shambles” atau “sebuah kekacauan.”

 

Kualitas pemain yang dimiliki Liverpool ketika Shankly pertama kali datang pun dapat dikatakan di bawah rata-rata. Oleh karena itu, Shankly bahkan sempat merilis 24 pemain Liverpool pada saat itu. Setelah itu, baru lah Shankly memulai revolusinya di Liverpool dengan membuat sebuah tempat penyimpanan di Anfield, yang kemudian dikenal dengan nama “The Boot Room.”

 

Shankly biasanya selalu mendiskusikan langkah apa yang perlu dilakukan untuk membuat Liverpool mencapai masa emasnya di dalam The Boot Room. Beberapa sosok yang sering berdiskusi di dalam The Boot Room bersama Bill Shankly antara lain: Bob Paisley, Reuben Bennett, Tom Saunders, Joe Fagan hingga Ronnie Moran.

 

Setelah melakukan berbagai perbaikan, baik dari segi lapangan hingga pemain, performa Liverpool pun mulai meningkat sedikit demi sedikit. Akhirnya, pada musim 1961/1962, Liverpool pun berhasil memenangkan Divisi Kedua dan promosi ke Divisi Pertama di musim selanjutnya. Bahkan, tidak lama kemudian, Liverpool pun berhasil menjuarai Divisi Pertama pada musim 1963/1964.

 

Shankly memimpin Liverpool dalam 783 pertandingan sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada tahun 1974. Selama masa jabatannya, Shankly berhasil memenangkan satu Divisi Kedua, tiga Divisi Pertama, dua FA Cup, dua Charity Shield (sekarang Community Shield), dan gelar Eropa pertama Liverpool: UEFA Cup (sekarang Europa League).

 

Kepemimpinan Shankly kemudian dilanjutkan oleh anggota The Boot Room lainnya, Bob Paisley. Masa kejayaan Liverpool tetap berlanjut di bawah kepemimpinan Paisley. Bahkan, Liverpool mendapatkan gelar yang lebih banyak di bawah asuhan Paisley dengan total 20 gelar dalam sembilan tahun, yang masih menjadi rekor trofi terbanyak yang dimenangkan oleh pelatih Liverpool sampai saat ini. Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang trofi apa saja yang pernah diraih oleh Liverpool, kamu bisa membaca artikel berikut ini: Koleksi Jumlah Trofi Liverpool hingga Musim 2022/2023

 

Paisley memimpin Liverpool dalam 535 pertandingan dari tahun 1974 hingga 1983. Selama masa jabatannya, Paisley berhasil memenangkan enam Divisi Pertama, tiga Piala Liga, 6 Charity Shield (sekarang Community Shield), tiga Piala Eropa (sekarang Liga Champions), satu Piala UEFA (sekarang Europa League), dan satu UEFA Super Cup.

 

Tragedi Heysel dan Hillsborough

Di dalam sejarahnya, Liverpool sempat mengalami tragedi yang sangat kelam, yaitu tragedi Heysel dan HIllsborough.

 

Tragedi Heysel

Tragedi Heysel adalah bencana yang terjadi pada tanggal 29 Mei 1985 di Stadion Heysel di Brussel, Belgia, sebelum dimulainya Final Piala Eropa 1985 antara Juventus melawan Liverpool. Tiga puluh sembilan orang, kebanyakan orang Italia dan pendukung Juventus, tewas dan 600 lainnya luka-luka dalam tragedi tersebut.

 

Saat itu, pendukung Liverpool dan pendukung Juventus terlibat sebuah konfrontasi sampai mereka saling melempar flare, botol, dan batu. Saat kick-off mendekat, situasi saling lempar menjadi lebih intens, hingga akhirnya pendukung Liverpool menyerbu pendukung Juventus dengan meruntuhkan tembok pembatas yang memisahkan keduanya.

 

Akibat runtuhnya tembok pembatas, seluruh pendukung Juventus di bagian tersebut pun lari ke arah yang berlawanan, hingga menyebabkan beberapa pendukung Juventus yang berada di arah tersebut tertekan ke tembok dan terinjak-injak. Setelah proses penyelidikan, pengadilan Belgia kemudian memutuskan kesalahan berada di pihak pendukung Liverpool, di mana 14 di antaranya kemudian masing-masing mendapat hukuman tiga tahun untuk pembunuhan.

 

Tragedi Hillsborough

Tragedi Hillsborough adalah bencana yang terjadi pada tanggal 15 April 1989 di Stadion Hillsborough di Sheffield, Inggris, ketika pertandingan Semi final Piala FA Cup 1989 antara Liverpool melawan Nottingham Forrest. Sembilan puluh tujuh orang, seluruhnya pendukung Liverpool, tewas dan 766 lainnya luka-luka dalam tragedi tersebut.

 

Saat itu, seluruh pendukung Liverpool ditempatkan di dua bagian tempat yang khusus berdiri di Hillsborough. Sesaat sebelum kick-off, dalam upaya untuk mengurangi kepadatan di luar pintu masuk, polisi yang memimpin pengamanan pertandingan tersebut, David Duckenfield, memerintahkan pintu keluar C untuk dibuka, yang menyebabkan masuknya kerumunan pendukung Liverpool hingga menyebabkan banyak orang yang tertekan dan terinjak-injak.

 

Liverpool di Era Premier League

Divisi Pertama Liga Inggris mengubah format dan namanya menjadi Premier League pada musim 1992/1993 dengan total 22 tim yang mengikutinya. Ketika era Premier League pertama kali dimulai, Liverpool memang mengalami kesulitan untuk memenangkannya sejak terakhir memenangkan Divisi Pertama pada musim 1989/1990.

 

Walaupun baru sekali memenangkan Premier League, tetapi performa Liverpool tidak bisa dikatakan buruk. Liverpool sering sekali finis di posisi empat besar, dan terus menjadi pesaing untuk merebut gelar Premier League di setiap musimnya. Bahkan, Liverpool tetap cemerlang ketika bersaing di kompetisi Eropa, seperti Liga Champions dan Europa League.

 

Masa Kepemimpinan Gerard Houllier

Gerard Houllier adalah manajer ketiga yang memimpin Liverpool di era Premier League, setelah Graeme Souness dan Roy Evans. Di bawah asuhannya, Liverpool dapat tampil cukup baik walaupun tidak pernah memenangkan Premier League. Namun, Houllier berhasil memenangkan treble bersama Liverpool, dengan menjuarai FA Cup, Piala Liga, dan UEFA Cup pada musim 2000/2001.

 

Selama menangani Liverpool, Houllier memimpin Liverpool dalam 307 pertandingan dengan persentase kemenangan sebesar 52,12% dari tahun 1998 hingga 2004. Trofi yang diraih Houllier bersama Liverpool antara lain: satu FA Cup, dua Piala Liga, satu Charity Shield, satu UEFA Cup, dan satu UEFA Super Cup.

 

Masa Kepemimpinan Rafael Benitez

Setelah Houllier meninggalkan Liverpool, Rafa Benitez langsung ditunjuk menjadi pelatih baru Liverpool. Di bawah asuhan Benitez, Liverpool sebenarnya tampil dengan cukup gemilang dengan memenangkan beberapa trofi.

 

Musim pertama Benitez di Liverpool akan menjadi bagian dari sejarah Liverpool yang tidak akan pernah dilupakan. Walau pun The Reds tidak dapat memenangkan gelar domestik apapun, Liverpool mengukir sejarah di pentas Eropa dengan melakukan comeback yang kini dikenal dengan nama ‘Miracle of Istanbul’.

 

Liverpool kala itu bersua dengan AC Milan, yang merupakan tim terkuat pada masa itu. AC Milan kala itu sedang memiliki salah satu generasi emasnya, sebut saja nama seperit Paulo Maldini, Dida, Shevchenko, Pirlo, Gatusso, Crespo, dan nama lainnya. Liverpool sempat tertinggal 3 gol cepat dan harus kembali ke ruang ganti dalam kondisi terpuruk.

 

Namun, Liverpool menunjukkan mental juaranya dan berhasil mengejar defisit 3 gol dalam waktu 16 menit saja; tandukan Steven Gerrard di menit 54, gol jarak jauh Smicer, dan gol Xabi Alonso. Di babak adu penalti, Shevchenko gagal mengkonversi kesempatannya dan membuat Liverpool FC menjadi juara Liga Champions setelah sekian lama.

 

Setelah itu, Benitez hampir membawa Liverpool menjuarai Premier League pada musim 2008/2009 dengan finis di posisi runner-up.

 

Sayangnya, di akhir masa kepemimpinannya, performa Liverpool di bawah Benitez cukup menurun. Hal tersebut dikarenakan keputusan penjualannya yang tidak begitu baik, dengan menjual beberapa pemain bintangnya dan membeli pemain pengganti dengan kualitas yang tidak setara.

 

Selama menangani Liverpool, Benitez memimpin Liverpool dalam 350 pertandingan dengan persentase kemenangan sebesar 56,29% dari tahun 2004 hingga 2010. Trofi yang diraih Benitez bersama Liverpool antara lain: satu FA Cup, satu Community Shield, satu Champions League, dan satu UEFA Super Cup.

 

Masa Kepemimpinan Jurgen Klopp

Setelah Benitez, Liverpool cukup kesulitan menemukan penggantinya yang setara. Nama-nama seperti Roy Hodgson, Kenny Dalglish, dan Brendan Rodgers sempat menangani Liverpool sebelum akhirnya Jurgen Klopp mengambil alih posisi manajer pada tahun 2015.

 

Pada masa kepemimpinan Hodgson, Liverpool sempat mengalami masa yang sangat sulit dan bahkan sempat berada di posisi bawah Premier League dan hampir terdegradasi. Hal tersebut lah yang membuat Dalglish yang sebelumnya sudah pensiun kembali menjadi manajer untuk menangani Liverpool, dan memenangkan satu Piala Liga.

 

Setelah Dalglish, Rodgers kemudian mengambil alih tetapi tetap tidak dapat mengembalikan kejayaan Liverpool. Walaupun begitu, Rodgers sempat finis sebagai runner-up Premier League pada musim 2013/2014. Performa Rodgers yang menurun di musim selanjutnya membuatnya dipecat, dan Klopp ditunjuk untuk menggantikannya.

 

Walaupun tidak memiliki permulaan yang baik, tetapi Klopp sedikit demi sedikit dapat mengembalikan kejayaan Liverpool. Puncaknya adalah pada musim 2018/2019 di mana Liverpool finis di posisi runner-up Premier League dan memenangkan Champions League. Di musim selanjutnya, Liverpool pun akhirnya berhasil menjuarai Premier League 2019/2020 setelah 30 tahun puasa gelar Liga Inggris.

 

Selama menangani Liverpool, Klopp memimpin Liverpool dalam lebih dari 400 pertandingan dengan persentase kemenangan lebih dari 60% dari tahun 2015 hingga sekarang. Trofi yang diraih Benitez bersama Liverpool antara lain: satu Premier League, satu Piala Liga, satu FA Cup, satu Community Shield, satu Champions League, satu UEFA Super Cup, dan satu Piala Dunia Antar Klub.

 

Piala Liverpool paling Memorable

Liverpool telah memenangkan berbagai trofi yang menjadikannya klub paling sukses di Liga Inggris. Dari seluruh trofi yang diraih, tentu beberapa trofi memiliki nilai emosional yang lebih besar dari yang lainnya. Nah, piala apa saja yang bernilai emosional yang diraih Liverpool di era modern? Berikut adalah menurut Nex Parabola:

 

1. Liga Champions 2005

Kalau membicarakan trofi legendaris yang pernah diraih Liverpool, tidak bisa rasanya tidak membahas kemenangan Liverpool satu ini. Malam yang dijuluki sebagai ‘The Miracle of Istanbul’ ini tentu tidak akan pernah hilang dari benak para fans Liverpool.

 

Berhadapan dengan tim legendaris AC Milan yang diperkuat pemain seperti Maldini, Kaka, Dida, Shevchenko, Crespo, dan dikomandani pelatih yang akan menjadi salah satu peraih trofi Liga Champions terbanyak di zaman modern, ‘Don’ Carlo Ancelloti, Liverpool, di atas kertas, tidak memiliki hak untuk memenangkan pertandingan ini.

 

Dan benar saja, di paruh babak pertama, Liverpool sudah tertinggal 3-0, dan ketika peluit penghujung babak pertama berbnyi, nasib Liverpool sepertinya hanya akan menjadi lebih buruk. Di tengah nasib buruk yang menimpa dan akan datang, para fans Liverpool yang datang ke Istanbul tetap semangat dan setia menyanyikan lagu ‘kebangsaan’ Liverpool; ‘You’ll Never Walk Alone’. Mereka melakukan ini untuk menunjukkan bahwa para pendukung masih siap bertarung sehingga para pemain Liverpool sebaiknya tidak putus asa.

 

Harapan mereka terjawab. Menit ke 54, tandukan Stevie G berhasil memberikan asa bagi Liverpool. Skor 1-3 untuk AC Milan. Menit 56, tendangan luar kotak penalti Smicer tidak berhasil dihalau Dida. Skor 2-3. Menit 60, Steven Gerrard berhasil masuk ke kotak penalti dan harus dijatuhkan di dalam kotak penalti. Xabi Alonso ditunjuk untuk mengeksekusi. Tendangannya berhasil ditahan, namun bola liar itu langsung Ia sambut dan skor menjadi 3-3.

 

Sisanya adalah sejarah. AC Milan, yang mentalnya mungkin sudah terjatuh, gagal mengeksekusi 3 dari 5 tendangan penalti mereka, dan Liverpool berhasil meraih gelar Liga Champions ke-5 mereka dengan cara yang luar biasa.

 

2. Liga Inggris 2019/2020

Tidak berlebihan rasanya kalau fans Liverpool akan menganggap trofi Liga Inggris ketimbang Liga Champions di era modern ini. Mereka harus menyaksikkan rival abadi mereka, Manchester United, mengangkat trofi ini bertahun-tahun, dan sesekali bergantian dengan rival lainnya, seperti Chelsea dan Arsenal.

 

Ketika Liverpool memiliki gelar untuk kembali menjadi dominan di Liga Inggris, mereka ternyata harus menghadapi satu kekuatan besar lainnya, Manchester City. Man City telah menjadi batu sandungan bagi Liverpool berkali-kali ketika mereka ingin meraih gelar juara Liga Inggris.

 

Namun, Liverpool harus bisa menggigit jari berkali-kali, bahkan ketika mereka meraih hasil poin tertinggi mereka di Liga Inggris, namun tetap gagal juara. Barulah pada musim 2019/2020, Liverpool akhirnya berhasil mencapai takdir mereka; juara Liga Inggris di era Premier League.

 

Menarik sekali kan sejarah Liverpool? Jika kamu ingin menyaksikan perjalanan Liverpool mengarungi Premier League, langsung saja beli Paket Liga Inggris dari Nex Parabola.  Kunjungi official online store Bukalapak, Shopee, Tokopedia, Lazada, atau TikTok Shop kami untuk mendapatkan paketnya agar kamu bisa nonton seluruh pertandingan Liga Inggris dengan lengkap!

Bagikan artikel ini di :

Berita Populer Lainnya

Family Entertainment

10 Film Lucu Anak untuk Menghibur…

29 Desember 2023

Family Entertainment

10 Rekomendasi Anime Action yang Paling…

30 November 2023

Family Entertainment

11 Rekomendasi Anime Shounen yang Cocok…

29 Desember 2023

Family Entertainment

11 Teknik Pernafasan Air di Kimetsu…

12 Oktober 2023

Family Entertainment

12 Daftar Film Jackie Chan, si…

20 Februari 2024

Family Entertainment

13 Fakta Bikini Bottom yang Jarang…

22 Juni 2023

Family Entertainment

13 Film Bollywood Romantis yang Bikin…

07 Maret 2024

Family Entertainment

14 Rekomendasi Anime Fantasy untuk Tontonan…

20 Februari 2024

Klub & Pemain Sepakbola

10 Legenda Chelsea Terbaik Sepanjang Masa

23 Maret 2023

Klub & Pemain Sepakbola

10 Legenda Manchester City Sepanjang Masa

28 Maret 2023

Klub & Pemain Sepakbola

10 Mantan Pemain Manchester United yang…

21 Februari 2024

Klub & Pemain Sepakbola

10 Pelatih Terbaik Chelsea Sepanjang Masa

06 Maret 2024

Klub & Pemain Sepakbola

10 Pemain Chelsea yang Dipinjamkan pada…

08 Maret 2024

Klub & Pemain Sepakbola

10 Pemain Legenda Tottenham Sepanjang Masa

28 Maret 2023

Klub & Pemain Sepakbola

10 Top Skor Chelsea Sepanjang Masa

24 Maret 2023

Klub & Pemain Sepakbola

10 Top Skor Tottenham Hotspur Sepanjang…

08 Maret 2024

Live SportsPiala Dunia

Daftar Juara Piala Dunia U-17 dari…

13 November 2023

Piala DuniaTrivia

Profil Bima Sakti, Mantan Bintang Timnas…

13 November 2023

Telekomunikasi

Perbedaan Smart TV dan Android TV…

30 November 2023

Telekomunikasi

Perbedaan TV Digital dan Smart TV:…

10 Juli 2023

Uncategorized

Urutan Sword Art Online: Dari Season…

27 Oktober 2023

Berita Populer Lainnya

Trivia

10 Bek Kanan Paling Tangguh di Liga Inggris Musim 2023/24

27 Desember 2023

Lebih Lanjut

Trivia

10 Bek Kiri Terbaik di Liga Inggris 2023/24

07 Februari 2024

Lebih Lanjut

Trivia

10 Bek Paling Pendek di Liga Inggris

09 Januari 2024

Lebih Lanjut

Family Entertainment

10 Film Lucu Anak untuk Menghibur dan Mendidik si Buah Hati

29 Desember 2023

Lebih Lanjut

Trivia

10 Gelandang Terbaik Manchester United Sepanjang Masa

05 Februari 2024

Lebih Lanjut

Trivia

10 Kekalahan Terbesar Manchester City bersama Pep Guardiola

06 November 2023

Lebih Lanjut

Trivia

10 Klub Tertua di Liga Inggris

30 April 2023

Lebih Lanjut

Trivia

10 Lapangan Basket NBA yang Ikonik

25 Agustus 2023

Lebih Lanjut

Family Entertainment

10 Film Lucu Anak untuk Menghibur dan Mendidik si Buah Hati

29 Desember 2023

Lebih Lanjut

Family Entertainment

10 Rekomendasi Anime Action yang Paling Seru

30 November 2023

Lebih Lanjut

Family Entertainment

11 Rekomendasi Anime Shounen yang Cocok untuk Hiburan di Akhir Pekan

29 Desember 2023

Lebih Lanjut

Family Entertainment

11 Teknik Pernafasan Air di Kimetsu no Yaiba dan Karakter yang Bisa Menggunakannya

12 Oktober 2023

Lebih Lanjut

Family Entertainment

12 Daftar Film Jackie Chan, si Aktor Film Aksi Legendaris

20 Februari 2024

Lebih Lanjut

Family Entertainment

13 Fakta Bikini Bottom yang Jarang Diketahui

22 Juni 2023

Lebih Lanjut

Family Entertainment

13 Film Bollywood Romantis yang Bikin Baper dan Klepek-Klepek

07 Maret 2024

Lebih Lanjut

Family Entertainment

14 Rekomendasi Anime Fantasy untuk Tontonan di Akhir Pekan

20 Februari 2024

Lebih Lanjut

Klub & Pemain Sepakbola

10 Legenda Chelsea Terbaik Sepanjang Masa

23 Maret 2023

Lebih Lanjut

Klub & Pemain Sepakbola

10 Legenda Manchester City Sepanjang Masa

28 Maret 2023

Lebih Lanjut

Klub & Pemain Sepakbola

10 Mantan Pemain Manchester United yang Masih Aktif Bermain

21 Februari 2024

Lebih Lanjut

Klub & Pemain Sepakbola

10 Pelatih Terbaik Chelsea Sepanjang Masa

06 Maret 2024

Lebih Lanjut

Klub & Pemain Sepakbola

10 Pemain Chelsea yang Dipinjamkan pada Musim 2023/24

08 Maret 2024

Lebih Lanjut

Klub & Pemain Sepakbola

10 Pemain Legenda Tottenham Sepanjang Masa

28 Maret 2023

Lebih Lanjut

Klub & Pemain Sepakbola

10 Top Skor Chelsea Sepanjang Masa

24 Maret 2023

Lebih Lanjut

Klub & Pemain Sepakbola

10 Top Skor Tottenham Hotspur Sepanjang Masa

08 Maret 2024

Lebih Lanjut

Live Sports

13 Pemain Terbaik Piala Dunia U20 yang Kini Menjadi Bintang dan Legenda

30 April 2023

Lebih Lanjut

Live Sports

15 Daftar Pemain Terbaik Copa América di Tiap Edisi

08 Februari 2024

Lebih Lanjut

Live Sports

16 Gol Terbaik Piala Dunia Sepanjang Masa

12 Mei 2023

Lebih Lanjut

Live Sports

3 Calon Pelatih Liverpool untuk Menggantikan Jurgen Klopp

19 Februari 2024

Lebih Lanjut

Live Sports

3 Tim Kuda Hitam Liga Inggris di Musim 2023/2024

16 November 2023

Lebih Lanjut

Live Sports

5 Alasan Mengapa Manchester United Terpuruk di 2023/2024

05 Februari 2024

Lebih Lanjut

Live Sports

6 Stadion Piala Dunia U20 2023 di Argentina

30 April 2023

Lebih Lanjut

Live Sports

7 Piala Sepakbola Bergengsi Dunia bagi Negara dan Klub

27 Maret 2023

Lebih Lanjut

Live SportsPiala Dunia

Daftar Juara Piala Dunia U-17 dari Masa ke Masa

13 November 2023

Lebih Lanjut

Piala Dunia

Prediksi Final Piala Dunia U-17: Jerman vs Prancis

30 November 2023

Lebih Lanjut

Piala DuniaTrivia

Profil Bima Sakti, Mantan Bintang Timnas yang Jadi Pelatih Timnas U-17 Indonesia

13 November 2023

Lebih Lanjut

Telekomunikasi

Perbedaan Receiver dengan Set Top Box: Apa yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Membeli?

10 Juli 2023

Lebih Lanjut

Telekomunikasi

Perbedaan Smart TV dan Android TV dalam Berbagai Aspek

30 November 2023

Lebih Lanjut

Telekomunikasi

Perbedaan TV Digital dan Smart TV: Kelebihan dan Kekurangannya

10 Juli 2023

Lebih Lanjut

Trivia

10 Bek Kanan Paling Tangguh di Liga Inggris Musim 2023/24

27 Desember 2023

Lebih Lanjut

Trivia

10 Bek Kiri Terbaik di Liga Inggris 2023/24

07 Februari 2024

Lebih Lanjut

Trivia

10 Bek Paling Pendek di Liga Inggris

09 Januari 2024

Lebih Lanjut

Trivia

10 Gelandang Terbaik Manchester United Sepanjang Masa

05 Februari 2024

Lebih Lanjut

Trivia

10 Kekalahan Terbesar Manchester City bersama Pep Guardiola

06 November 2023

Lebih Lanjut

Trivia

10 Klub Tertua di Liga Inggris

30 April 2023

Lebih Lanjut

Trivia

10 Lapangan Basket NBA yang Ikonik

25 Agustus 2023

Lebih Lanjut

Trivia

10 Nama Point Guard Terbaik di NBA dan Raihannya Masing-masing

24 Agustus 2023

Lebih Lanjut

Uncategorized

Urutan Sword Art Online: Dari Season 1 hingga Season 4

27 Oktober 2023

Lebih Lanjut